Pemrograman Web

Instalasi dan Konfigurasi Laravel

Dokumentasi Praktikum Pengembangan Aplikasi Web

Kembali ke Halaman Report

A. Pendahuluan

Laravel merupakan salah satu framework PHP yang paling populer saat ini dan dikembangkan oleh Taylor Otwell dengan tujuan untuk menyederhanakan proses pengembangan aplikasi web.

Dalam ekosistem pengembangan modern, penggunaan Laravel tidak dapat dilepaskan dari berbagai alat pendukung yang harus dikonfigurasi dengan tepat sebelum memulai sebuah proyek.

B. Tujuan

Tujuan dari praktikum ini adalah:

  1. Mahasiswa mampu melakukan proses instalasi framework Laravel.
  2. Mahasiswa dapat membuat project Laravel baru.
  3. Mahasiswa memahami struktur dasar Laravel.
  4. Mahasiswa memahami konsep MVC pada Laravel.

C. Alat

  1. Computer atau laptop
  2. XAMPP
  3. Visual Studio Code
  4. Composer, GIT, Node JS, NPM

D. Langkah-Langkah

Instalasi dan Konfigurasi

1. Persyaratan Sistem

Laravel memiliki persyaratan minimal system. Adapun persyaratan Laravel 12 seperti berikut:

  • PHP >= 8.2
  • Ctype PHP Extension
  • cURL PHP Extension
  • DOM PHP Extension
  • Fileinfo PHP Extension
  • Filter PHP Extension
  • Hash PHP Extension
  • Mbstring PHP Extension
  • OpenSSL PHP Extension
  • PCRE PHP Extension
  • PDO PHP Extension
  • Session PHP Extension
  • Tokenizer PHP Extension
  • XML PHP Extension

Selain itu, juga perlu diinstal Git, Composer dan Cmder khusus windows, lalu juga dibutuhkan Web Server, MySQL, dan PhpMyAdmin.

2. Install Laragon

Laragon digunakan sebagai web server lokal untuk menjalankan project Laravel. Setelah Laragon terinstal, project Laravel dapat dibuat dan disimpan di dalam direktori C:\laragon\www.

3. Mengecek kebutuhan yang diperlukan pada Sistem Laravel

Verifikasi Instalasi Perangkat Lunak Prasyarat. Sebelum memulai proyek Laravel di lingkungan Laragon direktori C:\laragon\www, verifikasi instalasi perangkat lunak prasyarat melalui terminal.

Langkah ini memastikan semua tools memenuhi persyaratan minimal Laravel, sehingga menghindari masalah teknis sejak awal.

Jalankan perintah berikut untuk pengecekan:

  • php -v: Menampilkan PHP versi 8.3.30 yang memenuhi syarat minimal PHP 8.2.
  • composer -V: Menampilkan Composer versi 2.9.4, siap mengelola dependensi.
  • git --version: Menampilkan Git versi 2.47.1.windows.1 untuk kontrol versi.
  • node -v: Menampilkan Node.js versi 22.22.0.
  • npm -v: Menampilkan NPM versi 10.9.4 untuk aset frontend.

Keberhasilan semua perintah ini menandakan lingkungan sudah optimal untuk instalasi Laravel.

Bisa dilihat pada gambar untuk bagaimana cara mengecek kebutuhan system dari Laravel.

Membuat Project Laravel

4. Buat folder baru bernama PraktikumPWeb6
Perintah membuat folder PraktikumPWeb6
5. Buka atau akses folder PraktikumPWeb6
Perintah membuka folder PraktikumPWeb6
6. Buat proyek Laravel baru menggunakan Composer

Di direktori C:\laragon\www\PraktikumPWeb6, jalankan perintah:

composer create-project laravel/laravel=^12 PrakPWeb6 --prefer-dist

Perintah ini mengunduh dan membangun proyek Laravel versi 12 di folder PrakPWeb6. Opsi --prefer-dist mempercepat proses dengan mengunduh arsip distribusi stabil.

Proses instalasi mencakup:

  • Pengunduhan dan ekstraksi Laravel 12.0.0.
  • Penyalinan .env.example menjadi .env untuk konfigurasi lokal seperti koneksi database.
  • Instalasi 111 dependensi otomatis melalui composer install.

Proyek siap digunakan setelah proses selesai.

Proses create project Laravel menggunakan Composer

Jika berhasil akan keluar output seperti ini:

Output instalasi Laravel berhasil
7. Mengetes project berhasil dibuat

Untuk mengetest project berhasil dibuat, buka terminal pada project lalu ketik perintah php artisan serve.

php artisan serve
Tampilan awal Laravel
8. Menampilkan Hello World
Konfigurasi route Hello World pada web.php

File web.php adalah konfigurasi rute utama Laravel yang menentukan respons aplikasi terhadap URL pengguna. Kodingan tersebut mendefinisikan dua rute GET:

  • Rute /: Menampilkan halaman welcome dari file view.
  • Rute /helo: Mengembalikan teks sederhana "Hello World" langsung.

Challenge

9. Membuat tugas sederhana dengan langkah:
  • Buat controller dengan nama UserController.
  • Di dalam controller, buat sebuah function dengan nama index.
  • Buat view di dalam folder resources.
  • Buat tampilan html sederhana di dalam index.
  • Buat routing atau user untuk menampilkan view tersebut.
Kode UserController.php Kode index.blade.php Routing user pada web.php Hasil tampilan halaman user

E. Kesimpulan

Berdasarkan pelaksanaan praktikum mengenai konfigurasi Laravel ini, dapat disimpulkan bahwa persiapan lingkungan pengembangan yang matang merupakan kunci utama dalam membangun aplikasi yang stabil. Keberhasilan tahap awal sangat bergantung pada terpenuhinya persyaratan teknis sistem, khususnya penggunaan versi PHP yang tepat beserta ekstensi pendukungnya seperti OpenSSL, PDO, dan Mbstring. Penggunaan alat bantu seperti Composer terbukti sangat memudahkan manajemen ketergantungan library, sementara keberadaan Artisan Console memberikan efisiensi tinggi melalui otomatisasi berbagai tugas pengembangan seperti pembuatan model dan controller.

Selain aspek teknis instalasi, pemahaman mengenai pola desain MVC memberikan fondasi yang kuat bagi pengembang dalam membangun aplikasi yang terstruktur dan mudah dipelihara. Model bertanggung jawab penuh atas pengelolaan data dan interaksi dengan basis data, View menangani presentasi atau tampilan yang akan dilihat oleh pengguna, sedangkan Controller bertindak sebagai penghubung yang memproses permintaan serta mengembalikan respons yang sesuai. Dengan menguasai dasar-dasar konfigurasi dan struktur ini, mahasiswa memiliki landasan yang tepat untuk melanjutkan ke tahap pengembangan fitur aplikasi yang lebih kompleks dan sistematis.

Lihat Repository GitHub